Pages

Subscribe:

MEMBANGUN HIDUP PERSAUDARAAN

Nats: 1 Petrus 3:8-12
Pendahuluan
Ketika kita menyaksikan televisi baik cerita nyata ataupun drama televisi yang melukiskan adanya kebencian dan permusuhan antara satu orang dengan yang lainnya. Bahkan antara suami-isteri, ayah dan anak atau anak dengan anak. Ini tentu contoh yang buruk bahwa begitu banyak orang saling membenci dan tidak dapat menghargai satu dengan lainnya.
Kebutuhan dari hidup manusia adalah persaudaraan yang tulus. Persaudaraan menjadi bagian penting dalam hidup manusia karena dengan ini hidup kita menjadi aman dan merasa dihargai.
Bagaimanakah caranya kita membangun Persaudaraan yang tulus?
1. Mewujudkan kasih dalam tindakan
Kasih bukanlah sekedar khotbah di gereja, atau cerita-cerita belaka atau lagu-lagu yang dinyayikan saja. Namun kasih perlu dipraktikkan tanpa memandang muka. Kasih yang harus kita dipraktikkan adalah:
• Ayat 3:8: Hendaklah kamu semua seia sekata,
• seperasaan,
• mengasihi saudara-saudara,
• penyayang dan rendah hati,

Inilah dasar penting dari kekristenan yaitu mau merendahkan diri. Persaudaraan terwujud bila ada kesepakatan. Orang-orang yang hidup dalam persekutuan saling menyayangi, rendah hati dan tidak mementingkan diri sendiri.

Inilah yang menjadi modal jemaat Kristen mula-mula pada zaman para rasul yaitu hidup saling mengasihi dalam persekutuan. Tidak memandang orang lain sebelah mata. Tetapi menganggap orang lain adalah penting. (Kisah 2:42)
Yang menjadi pengikat persekutuan kristen adalah kasih Tuhan Yesus.

contoh: orang Samaria yang baik hati. Mau menolog orang yang dirampok sekalipun tidak dikenal. Mengorbankan hartanya untuk merawat. Berbeda dengan imam dan orang Lewi yang rajin beribadat tetapi tidak dapat mengamalkan kasih.

I Korintus 15
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.


2. Saling Memberkati
• Memberkati adalah gaya hidup orang Kristen. Orang yang memberkati harus menghindari beberapa hal:
• Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati,
• karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. (ay 9)

 Dalam keseharian kita dapat menyaksian orang mudah tersinggung, benci dan marah bahkan berkata-kata kotor dan mengutuk (bhs jawa misuh lan ipat-ipat)
 Tentu ini tidak pantas bagi orang percaya. Orang percaya harus mengenakan kasih Allah dan rendah hati.
 Kita dipanggil untuk memberkati orang lain. Tebarkan berkat kepada orang lain; jangan sombong dan pelit. Dan jangan pula bukan dengan kata-kata.

Contoh adalah Yesus tidak membalas kejahatan tetapi memberkati; ketika dicaci-maki, diludahi, dicambuk bahkan ketika di kayu salib dapat mengampuni


3. Menjaga lidah dari yang jahat
 Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu (ay 10).
 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. (Ay 11)

• Lidah harus dijaga karena bila tidak dapat menimbulkan pertengaran. Lidah seperti api, yang dapat membakar.
• Pertegakaran dan kebencian timbul dari kata-kata yang diucapkan oleh lidah dengan sembarangan.
Akhirnya marilah kita ingat betapa pentignya hidup persaudaraan kita. Kita harus menanggalkan kesombongan kita dan melihat orang lain sebagai ciptaan yang mulia tanpa membeda-bedakan. Ay 13: Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
Kasih persaudaraan kita menjadikan kita aman, sejahtera dan setiap orang mengalami penghargaan.
***

FREE HOSTING

Free Website Hosting

BERITA HARI INI

Loading...

BLOGING HERE

MEMBER SITES

AUTO PROFIT

PETS

SECRET SOFTWARE

MAKE MONEY

GOLD

MAKING MONEY A DAY

news

Loading...

Video

Loading...
There was an error in this gadget